RUDY AFRIADI

51409091

1IA03


1. TINJAUAN TENTANG ILMU BUDAYA DASAR

  1. PENDAHULUAN

Mata kuliah umum ilmu budaya dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai-nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari-hari. Hal ini perlu karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor-faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita.tidaklah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia-manusia spesialis yang tidak berpandangan luas. Para lulusan perguruan tinggi kita kurang mempunyai tempat yang sama untuj berpijak. Mereka relatif terlalu mengesampingkan bidang-bidang yang lain. Ini tidak berarti, bahwa mereka harus ikut campur bidang lain, tetapi agaknya keadaan ini yang membuat mereka seakan-akan buta akan bidang lain.

Dengan mendapat mata kuliah ilmu budaya dasar mahasiswa diharapkan nantinya memiliki latar belakang pengetahuan yang cukup luas tentang kebudayaan indonesia pada umumnya dan menimbulkan minat mendalaminya lebih lanjut, agar dengan demikian mahasiswa diharapkan turut mendukung dan mengembangkan kebudayaannya sendiri dengan kreatif. Jadi secara singkat dapatlah dikatakan bahwa setelah mendapat mata kuliah ini mahasiswa diharapkan memperlihatkan :

  1. minat dan kebiasaan menyelidiki apa-apa yang terjadi disekitarnya dan di luar lingkungannya.
  2. kesadaran akan pola-pola nilai yang dianutnya serta bagaimana hubungan nilai-nilai ini dengan cara hidupnya sehari-hari.
  3. kerelaan memikirkan kembali dengan hati terbuka nilai-nilai yang dianutnya untuk mengetahui apkah dia secara berdiri sendiri dapat membenarkan nilai-nilai tersebut untuk dirnya sendiri.
  4. keberanian moral untuk mempertahankan nilai-nilai yang dirasanya sudah dapat diterimanya dengan penuh tanggung jawab dan sebaliknya menolak nilai-nilai yang tidak dapat dibenarkan.
  1. ILMU BUDAYA DASAR SEBAGAI BAGIAN DARI MATA KULIAH

DASAR UMUM

Ilmu budaya dasar merupakan salah satu komponen dari sejumlah mata kuliah dasar umum ( MKUD ) yang merupakan mata kuliah wajib di semua perguruan tinggi, baik yang sifatnya eksakta maupun yang non eksakta.

Secara khusus MKDU bertujuan untuk menghasilkan warga negara sarjana yang berkualifikasi sebagai berikut :

  1. Berjiwa pancasila sehingga segala keputusan serta tindakannya mencerminkan pengamalan nilai-nilai pancasila dan memiliki integritas kepribadian yang tinggi, yang maendahulukan kepentingan nasional dan kemanusiaan sebagai sarjana Indonesia.
  2. Takwa terhadap tuhan yang maha esa bersikap dan bertindak sesuai dengan ajaran agamanya dan memiliki tenggang rasa terhadap pemeluk agama lain.
  3. Memiliki wawasan komprehensif dan pendekatan integral didalam menyikapi

permasalahan kehidupan baik sosial, ekonomi, politik, kebudayaan, maupun pertahanan keamanan.

  1. memiliki wawasan budaya yang luas tentang kehidupan bermasyarakat dan secara bersama-sama maupun berperan serta meningkatkan kualitasnya maupun lingkungan alamiah dan secara bersama-sama berperan seta didalam pelestariannya.

C. PENGERTIAN ILMU BUDAYA DASAR

Secara sederhana ilmu budaya dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsrp-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.

Istilah ilmu budaya dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa inggris ‘’the humanities’’ istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humanus yang bias diartikan manusia, berbudaya dan halus.dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan biasa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia bisa menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawab yang lain sebagai manusia itu sendiri. Menurut Prof.dr.Harsya Bachtiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokan dalam tiga kelompok besar :

  1. 1. ilmu-ilmu alamiah ( natural science )

Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah. Caranya dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas.

  1. 2. ilmu-ilmu sosial ( sosial science )

Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antar manusia. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.

3. pengetahuan budaya ( the humanities )

Pengetahuan budaya bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal itu digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan pernyataan-pernyataan yang bersifat unik kemudian diberi arti.

D. TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar mengenai konsep- konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah & kebudayaan manusia.Dengan cara;

  1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
  2. memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
  3. mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalm bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
  4. Mengusakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain.dengan memiliki satu bekal yang sama,para akademis di harapkan akan lebih lancar dalam berkomunikasi

E. RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditentukan diatas,dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah ilmu budaya dasar. Kedua masalah pokok itu ialah :

  1. Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya maupun secara gabungan antar bidang berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
  2. Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudanya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat. Menilik kedua masalah pokok yang bisa dikaji dalam mata kuliah ilmu budaya dasar tersebut diatas, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak sebagai subyek akan tetapi sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama manusia, dirinya sendiri , nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan manusia dengan Tuhan menjadi tema sentral dalam ilmu budaya dasar.

Pokok bahasan yang akan dikembangkan adalah :

- manusia dan cinta kasih

- manusia dan keindahan

- manusia dan penderitaan

- manusia dan keadilan

- manusia dan pandangan hidup

- manusia dan tangung jawab seta pengabdian

- manusia dan kegelisahan

- manusia dan harapan

2.MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

  1. MANUSIA

Manusia di alam dunia memegang peranan yang unik ,dan dapat di pandang dari banyak segi .Dalam ilmu eksakta manusia di pandang sebagai kumpulan dari partikel – partikel atom yang membentuk suatu jaringan sistem yang di miliki oleh manusia.

Ada dua pandangan yang akan kita jadikanacuan untuk menjelaskan tentang unsur –unsur yang membangun manusia;

1) Manusia terdiri dari empat unsur yang saling terkai yaitu;

  1. Jasad, yaitu badan kasar manusia yang nampak pada luarnya ,dapat di raba dan di foto dan menempati ruang dan waktu.
  2. Hayat, yaitu mengandung unsur hidup ,yang di tandai dengan gerak .
  3. Ruh, yaitu bimbinga dan pimpinan Tuhan ,daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan.
  4. Nafs, yaitu kesadaran tentang diri sendiri.

2) Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu;

  1. Id. Yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak .Id merupakan libido murni/energi psikis yang menunjukan ciri alami yang irasional dan terikat dengan sex yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran.Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diritetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada giliranya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar.
  2. Ego, merupakan bagian /struktur kepribadian yang pertama kali di bedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena perananya dalam saluran sosial yang dapat dimengerti oleh orang lain.
  3. Superego, merupakan bagian/struktur kepribadian yang paling akhir,muncul kira-kira pada usia lima tahun .di bandingkan dengan Id dan ego ,yang berkembang secara internal dalam diri individu. Superego terbentuk dari lingkungan eksternal, jadi super ego merupakan suatu kesatuan standar-stanar moral yang diterima oleh ego ari sejumlah agen yang memunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya asimilasi dari pandangan –pandangan orang tua.
  1. HAKEKAT MANUSIA

  1. Mahluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.

Tubuh adalah materi yang dapat di lihat, diraba, dirasa wujudnya konkrit tetapi tidak abadi, jika manusia itu meninggal tubuhnya hancur dan lenyap, jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat sifatnya abstrak tetapi abadi jika manusia meninggal jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.

  1. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika di bandingkan dengan mahluk lainya.

Kesempurnaannya terletak pada abad dan budayanya, karena manusia di lengkapi oleh penciptaanya dengan akal, perasaan,dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal manusia mamou menciotakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk,mengharuskan manusia mampu mempertimbangkan menilai dan berkehendak menciptakan kebenaran, keindahan, kebaikan. Daya rasa dalam diri manusia itu ada dua macam, yaitu perasaan inderawi dan perasaan rohani.perasaan inderawi adalah rangsangan jasmani melalui perasan rohani adalah perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya;

1) Perasaan intelektual, yaitu perasaan berkenaan dengan pengetahuan.Seseorang mearsa senang atu puas apabila ia dapat mengetahui sesuatu, sebaliknya tidak senang atau tidak puas apabila ia tidak berhasil mengetahui sesuatu.

2) Perasaan estesis, yaitu perasaan yang berkenaan dengan keindahan.Seseorang merasa senang apabila ia melihat sesuatu yang indah.

3) Perasaan etis, yaitu perasaan berkenaan dengan kebaikan. Seseorang merasa senang apabila sesuatu itu baik.

4) Perasaan diri, yaitu perasaan yang berkenan harga diri karena ada kelebihan pada dirinya,ia merasa tinggi,angkuh dan sombong.

5) Perasaan sosial,yaituperasaan berkenaan dengan kelompok bermasyarakat,ikut merasakan kehidupan orang lain.

6) Perasaan religius, yaitu perasaan berkenaan dengan agama. Seseorang merasa tentram jiwanya tawakal kepada Tuhan,yaitu mematuhi segala perintah – Nya dan menjauhi larangan – Nya.

  1. Mahluk biokultural, yaitu makluk hayati yang budayawi

Manusia adalah produk dari saling tindak faktor-faktor hayati dan budayawi.sebagai makluk hayati, manusia dapat dipelajari dari segi-segi anatomi, fisiologi,biokimia,patologi,genetikadan evolusi. Sebagai makluk budayawi manusia doat di pelajari dari segi segi kemasyarakatan,

kekerabatan, psikologi sosoial, kesenian, ekonomi, bahasa.

  1. Makluk ciptaan Tuhan yang terikat ddengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya

Soren Kienkegaard seorang filsuf Denmark pelopor ajaran

ekssistensialisme memandang manusia dalam konteks kehidupan konkit

adalah makluk alamiah yang terikat dengan lingkungannya, memiliki sifat

sifat almiah dan tunduk pada hukum alamiah pula.

Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estesis,etis,religius.dengan

kehidupan estesis mampu menangkap dunia sekitarnya sebagai dunia yang

mengagumkan dan mengungkapkan kembali dalam lukisan, tarian, nyanyian,

yang indah. Dengan etis, manusia meningkatkan kehidupan estesis ke dalam

tingkatan manuisawi dalam bentuk-bentuk keputusan bebas dan dipertanggung

jawabkan, dengan kehidupan religius, manusia menghayati pertemuanya dengan

Tuhan.

  1. KEPRIBADIAN BANGSA TIMUR

Hsu telah mengembangkan suatu konsepsi bahwa dalam jiwa manusia sebagai mahluk social budaya itu mengandung delapan darah yang seolah-olah seperti lingkaran-lingkaran kosentris sekitar diri pribadi.

  1. nomor 7 dan nomor 6 disebut daerah tak sadar dan sub sadar
  2. nomor 5 disebut kesadaran yang tak dinyatakan (unexpressed conscious).
  3. Nomor 4 disebut kesadaran yang dinyatakan (expressed conscious)
  4. Nomor 3 disebut lingkaran hubungan karib.
  5. Nomor 2 disebut lingkungan hubungan berguna tidak lagi ditandai oleh sikap saying dan mesra melainkan ditentukan oleh fungsi kegunaan dari orang, binatang atau benda –benda itu bagi dirinya.
  6. Nomor 1 disebut lingkaran hubungan jauh.
  7. Nomor 0 disebut lingkungan dunia luar terdiri dari pikiran dan anggapan –anggapan yang hamper sama dengan pikirian yabg terletak dalam lingkungan nomor 1.
  1. D. PENGERTIAN KEBUDAYAAN

Melville j herkovits dan Bronoslow Malinowski mengemukakan bahwa cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan adanya oleh kebudayaan yang dimiliki ooleh masyarakat itu.

E.B. Tylor (1871) mendefenisikan kebudayaan itu sebagai berikut :

Kebudayaan adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat dan kemampuan –kemamapuan lain serta kebiasaan yang didapatkan oleh manusia sebagai anggota masyarakat.

E. UNSUR-UNSUR KEBUDAYAAN

C.Kluckhon didalam karyanya berjudul universal categories of culture mengemukakan bahwa ada tujuh unsure kebudayaan universal yaitu ;

1. system religi

2. system organisasi kemasyarakatan

3. system pengetahuan

4. system mata pencaharian hidup dan system-sistem ekonomi.

5. system teknologi dan peralatan .

6. bahasa

7. kesenian

F. WUJUD KEBUDAYAAN

Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud yaitu :

  1. kompleks gagasan , konsep dan pikiran manusia.
  2. kompleks aktivitas
  3. wujud sebagai benda

G. ORIENTASI NILAI BUDAYA

Kebudayaan sebagai karya manusia memiliki system nilai . menurut C.Kluckhon dalam karyanya Varitions in Value Orientation (1961) system nilai budaya dalam semua kebudayaan di dunia secara universal menyanglima masalah pokok kehidupan manusia

H. PERUBAHAN KEBUDAYAAN

Terjadi gerak perubahan ini disebabkan oleh beberapa hal :

  1. sebab –sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudyaan sendiri, misalnya : perubahan jumlah dan komposisi penduduk.
  2. sebab-sebab perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup , masyarakat yang hidupnya terbuka , yang berada dalam jalur-jalur hubungan dngan masyarakat dan kebudayaan lain, cenderung berubah lebih cepat.

Berbagai factor yang mempengaruhi diterma atau tidaknya suatu unsure kebudayaan baru diantaranya :

  1. terbatasnya masyarakat memiliki hubungan atau kontak dengan kebudayaan san dengan orang-orang yang berasal dari luar masyarkat tersebut.
  2. jika pandangan hidup dan nilai-nilai yang dominan dalam suatu kebudayaan ditentukan oleh nilai-nilai agama.
  3. corak struktur social suatu masyarakat turut menentukana proses penerimaan kebudayaan baru.
  1. I. KAITAN MANUSIA DAN KEBUDAYAAN.

Proses dialektis ini tercipta melalui tiga tahap yaitu :

  1. Eksternalisasi yaitu proses dimana manusia mengekspresikan dirinya dengan membangun dunianya.
  2. obyektivasi yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif yaitu : suatu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
  3. Internalisasi yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh

manusia.maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.